Taeri memeluk tubuhnya sendiri dengan gemetar. Bukan karena dia merasa kedinginan—jaket tebal yang kelewat mahal dari sang kekasih cukup menghangatkan—tapi karena apa yang barusan saja dia lakukan. Masih teringat jelas napas Taekyung yang menggelitik kulitnya. Begitu pilu dan terasa nikmat dengan cara yang tidak seharusnya. Tatapan mengintimidasi yang membuatnya haus ingin didominasi. Kelewat batas ketika dia memperbolehkannya. Munafik dengan melarang tapi tak menghentikan sama sekali. Adrenalinnya terpacu dan meminta lebih. Mengetahui sampai sejauh mana berjalan sensasi mengerikan yang membuat ketagihan. Tapi di sisi lain ia membenci setengah mati bagaimana tubuhnya begitu jalang menginginkan hal tersebut. Jemarinya gemetar hanya untuk menggesekan kartu agar dapat masuk ke kamar hotel di

