“Wah.. Wah.. Ada apa nih?” Devan tiba-tiba melongokkan kepalanya di antara Lulu dan Faisal. Lulu terkesiap dan buru-buru menghapus air matanya. Tapi Devan keburu melihatnya. Ia langsung menarik kerah baju Faisal menyuruhnya bangkit. “Bangun lo!” desisnya marah. Faisal bangun, ia gak mau cari ribut. “Gue rasa lo belum lupa sama omongan gue waktu itu. Kalau lo sampai bikin dia nangis lagi, lo mati! Gue serius dengan kalimat itu bro!” ancam Devan sembari mengikis jaraknya dengan Faisal. “Ck!” Faisal menepis tangan Devan dari kerah bajunya. “Gue gak mau ribut di sini. Gue dibayar kakak lo buat manggung, bukan buat gelud sama adeknya!” “bilang aja lo gak berani ngelawan gue!” Lulu menahan tangan Devan yang sudah mengepal. “Van! Jangan..” Lulu menggelengkan kepalanya kepada Devan dan be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


