bc

STALKING MANTAN

book_age16+
159
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
HE
playboy
drama
campus
disappearance
like
intro-logo
Uraian

Devan: Hai Lu.. Apa kabar nih? Tumben banget kepoin gw. Kangen ya..? Hehehe...

Lulu terperanjat tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang hampir 3 tahun udah gak pernah dia hubungi lagi. 'Nih orang masih pakai nomor ini?

Lulu: Idih.. Ngapain gw kepoin lu? Kek kurang kerjaan aja!

Devan: Gak kepo ya...? Tapi kok tumben nge-like foto gw yang di Bromo?

Sedetik kemudian Lulu langsung tersadar. Buru-buru dibuka nya fesbuk yang udah bertahun ia acuhkan. Entah kenapa setelah cekcok sama Andra semalam, Lulu iseng bukain fesbuk yang udah lumutan saking lamanya dianggurin.

"Haduh!! Mati gw! Kenapa bisa ke-like?"

Lulu meraung sambil melempar ponselnya kesembarang arah. Untung ponsel malang itu disambut baik sama sofa di pojokan kamar Lulu. Coba kalau lantai yang menyambut baik. Bisa tambah meraung si Lulu bodoh ini.

Devan: Lu, lu masih idup kan? Balas dong.. Gw KEPO nih. Hahahaa

Lulu menggigit ponsel nya gemas.

"Siaaal!! Si gelo ini akan mengejek gw habis-habisan!"

chap-preview
Pratinjau gratis
Bagian 1. LDR
Siang yang terik terasa semakin terik bagi 2 makhluk yang dari tadi tak usai bersitegang. Semilir angin di bawah pohon rindang taman kampus plus satu cup besar es teh leci di tangan masing-masing tak cukup untuk mendinginkan kepala yang sama-sama sudah panas. "Aku capek ya Lu sama ego kamu. Kita tu bukan anak SMP lagi yang cinta nya itu cuma cinta-cintaan. Kita udah kuliah Lu. Bentar lagi bakal sibuk dengan dunia kerja masing-masing." geram Andra. Lulu yang dari tadi tak berhenti menangis lebay mengundang perhatian mahasiswa lain yang lalu lalang di sekitar pohon tempat mereka duduk. Andra malu jadi pusat perhatian. Tapi mau gimana lagi, Lulu dari dulu memang begitu. Pacaran sama anak bontot perempuan satu-satunya memang banyak menguji kesabaran. Kedua abang Lulu sangat memanjakan adiknya itu. Jadilah Lulu ke Andra ikutan manja juga. Padahal Andra orang yang cenderung kaku. Entah apa yang di sukai Lulu dari dirinya. -Itu karena anda tampan Bro- "Lu, kamu kalau masih nangis gak jelas gini kita pindah deh. Kamu gak malu dilihatin orang-orang dari tadi?" Andra makin kesal. Lulu menggeleng, "Gak! Aku gak malu. Kenapa? Perempuan itu kalau sedih ya harus nangis." Lulu menyeka ingus pakai ujung cardigannya. "Jorok!" Andra menarik cardigan Lulu dan menggantinya dengan tissu yang ia temukan dari tas Lulu. "Huuuaaa.... Hiks.." tangis Lulu maĺkin kencang. " Ish! Apaan sih Lu..?" Andra berusaha membekap mulut sang pacar. " Lepasin! Tangan kamu bau rendang!" sanggah Lulu. Andra mencium telapak tangannya. Memang bau rendang sih. Barusan ia makan siang sama Baim di warung nasi belakang Rektorat sebelum janjian sama Lulu di taman kampus. " Kamu... hiks.. udah tau mau pergi.. Jangan pakai acara perhatian gitu dong.. Aku makin susah lepasin kamu Ndra... Huhuhu..." Lulu kembali menangis. Tapi tak pakai acara meraung seperti tadi. Andra memijit pelipisnya yang tak pusing. "Huufft..." ia menarik napas panjang. "Lu, aku pergi kan buat melanjutkan study. Sejak awal kamu kan tau aku ngambil program dual degree. Pasti tahun terakhir aku habiskan di kampus luar." " Lagian ini cuma 2 tahun Lulu sayang.. Habis itu aku wisuda, dapat 2 gelar, mudah-mudahan dengan semua itu dapat kerjaan yang bagus juga. Kamu juga yang akan bangga. Ini semua demi masa depan kita Lu." ini sudah bujukan kesekiannya Andra. " Dua tahun itu lama Ndra! Aku bisa gila jauh dari kamu. Kalau aku kangen sama kamu gimana Ndra?" ratap Lulu. " Ya ampun Lu, ini tahun berapa? Kamu kira ini tahun 80an yang masih kirim-kirim surat dan sampainya sebulan kemudian? Kita bisa videocall an setiap hari Lu.. Dan tiap libur semester aku bakal pulang." Andra mulai frustasi sama gadis cengeng yang dari tadi tak berhenti nangis ini. ' Apa kamu segitu sayangnya sama aku Lu? Sampai susah buat mu melepas aku' Andra bermonolog sendiri dalam hati. " Ndra, aku gak sanggup kalau harus long distance kaya gini.." lirih Lulu nyaris tak terdengar. Tapi tetap bisa didengar sama Andra, " Terus kamu maunya apa Lu? Putus?" Tangis Lulu lansung terhenti. Dia langsung mempelototi Andra. " Putus kamu bilang?" " Segampang itu kamu ngomong putus Ndra?" suara Lulu tercekat di tenggorokan. Hatinya perih mendengar kata Andra yang terakhir. Andra menarik napas panjang. Ia berusaha menata hatinya yang sempat emosi. Mereka sama-sama terdiam menata hati masing-masing. Lalu lalang orang-orang makin berkurang. Biasanya kalau sudah sore begini taman kampus mulai sepi, karena keramaian akan berpindah ke lapangan bola samping gedung pustaka. Anak-anak fakultas olahraga dengan bodi kotak-kotak mereka akan menghabiskan petang mereka di sana, dan pastinya akan mengundang perhatian ciwi-ciwi jomblo dan abang-abang jualan yang selalu tahu spot ramai untuk mangkal. " Aku jadi bingung Lu. Kamu gak mau putus, tapi kamu gak bisa juga LDR-an. Trus kita gimana Lu?" Andra menatap Lulu nanar. Diraihnya tangan gadis cantik itu dan meremasnya pelan. "Aku gak bisa gak pergi Lu, karena itu bagian dari program studi aku. Awal bulan ini aku sudah harus ada di Jepang. Kamu juga harus menyelesaikan studi di sini. Aku gak mungkin bawa kamu ke sana kan Lu. Aku belum mampu nafkahi kamu..." Lulu menatap Andra sendu. Air matanya kembali mengalir. Andra menghapusnya dengan jempol dan mengelus pipi Lulu lembut. Mata Lulu terpejam menikmati sentuhan Andra di pipinya. Air matanya makin kencang mengalir. Bahkan kini ingusnya ikutan mengalir. Andra menghapusnya dengan tissu. "Aku tahu Lu, ini pasti berat untuk kita berdua. Aku sayang banget sama kamu. Aku cinta kamu Lu. Selain ayah bunda ku, kamulah satu orang lagi yang ingin kubuat bangga dengan pencapaian ku di masa depan. Harus ada yang dikorbankan untuk itu Lu, yaitu waktu dan kebersamaan kita. Aku ingin menjadi orang sukses, aku ingin membuat kamu bahagia. Aku gak ingin kamu hidup susah saat bersamaku nanti Lu." " Tapi aku gak masalah hidup susah kalau itu bersamamu Ndra.." tegas Lulu. Andra menggeleng, tak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya. Kok bisa pikirannya sependek ini. " Kamu siap hidup susah, tapi apa kamu siap anak kita nanti juga hidup susah?" pembahasan Andra makin jauh keurusan anak, padahal nikah aja belum. Lulu menggeleng. " Lu, bantu aku agar bisa menghadap Papa mu kelak dengan kepala tegak. Ringankan langkah ku Lu. Jangan kamu lepas aku dengan air mata kaya gini. Aku jadi berat menginggalkan Indonesia." Andra memohon, matanya pun sudah mulai lembab. "Tapi aku sayang banget sama kamu Ndra. Aku gak bisa jauh dari kamu.." Lulu berusaha menahan tangisnya. " I Know. I love you too Lu.." " Gini aja, aku kasih kebebasan untuk kamu Lu. Kita gak akan putus, karena aku gak akan sanggup untuk itu. Kita coba jalani LDR ini sejauh mana kita bisa. Nanti, jika di tengah jalan kamu menyerah dan mendapat cinta baru, aku ikhlaskan Lu. Aku akan berjuang agar menjadi layak untuk mu. Jika ada suratan kita untuk berjodoh di masa depan, kita pasti akan bersama lagi Lu." Lulu tak menjawab. Ia hanya menangis sesugukan. Hidung mancungnya dari tadi sudah memerah karena Andra terus memencetnya pakai tissu. Mata belo nya yang biasanya berbinar, kini sudah bengkak karena kebanyakan menangis. Dimata Andra, Lulu tampak semakin imut kalau sedang menangis gini. 'Cantik ku. Aku kan makin berat untuk pergi kalau kamu gini Lu. Tapi studi ini harus selesai, demi kita juga Lu. Akupun sakit Lu, rasanya juga ingin menangis meninggalkan mu. Tapi proses ini harus tetap dijalani. Sabar ya sayang.' Andra bicara dalam hati. Semilir angin sore memainkan rambut Lulu yang panjang sepunggung. Andra merapikan poni Lulu yang berantakan. Tak ada lagi yang mereka bicarakan. Mereka sama-sama diam, saling menatap dalam, ditemani angin sore yang sejuk. Lulu menatap Andra. Ah, wajah tampan ini akan hanya bisa ia lihat lewat layar ponsel setelah ini. Jika nanti ia menangis lagi, tidak akan ada tangan kokoh yang akan menghapus air mata dan ingusnya. Jika nanti ia lelah dengan segudang aktifitas kuliah, tidak ada lagi pelukan hangat pemberi semangat. Dan yang pasti setelah ini kemana-mana ia gak akan bareng Andra lagi. Nasib nya akan sama dengan teman-temannya, Dinda dan Kanya, para jomblo akut. Setidaknya selama 2 tahun kedepan. Lulu mencebik jelek. Andrapun sepertinya memikirkan hal yang sama. Keduanya sama-sama memasang ekspresi menyedihkan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook