“Lulu...?” suara Andra membuyarkan atensi Lulu kepada Devan. Andra tiba-tiba sudah berada di belakang Lulu, dan memandangi tangan Devan yang sedang memegangi Lulu dengan tatapan kurang suka. Senyuman Lulu langsung hilang, ia merasa rohnya seketika keluar dari raganya. Bahkan ia merasa tidak punya tenaga untuk menyentakkan tangan Devan. “Gak sopan menyentuh tangan orang asing bro..!” tegas Andra sambil merebut tangan Lulu dari Devan. Lulu merasa de javu, rasanya ia pernah berada di situasi seperti ini. Tiba-tiba Lulu langsung teringat Faisal. Pupil mata Lulu langsung membesar begitu melihat seringaian iseng di bibir Devan. Muka Lulu memelas memohon kepada Devan untuk gak berulah seperti waktu ketemu Faisal dulu. Tapi bukan Devan namanya kalau gak iseng. Seringaian iseng tadi sudah berub

