62 💕 Jebakan?

1271 Kata

Bibi panik. Suara Gia yang lemas membuatnya khawatir penuh. “Saya bantu tenangkan bayinya, Bu,” tawar suami pasien sebelah mengambil bayi dari Bibi. Bibi tersenyum penuh terima kasih. Segera beliau membuka pelan pintu kamar mandi itu dan syok berat melihat Gia sudah tak sadarkan diri. Matanya tertutup sementara kamar mandi itu sungguh berantakan. Aroma darah menguar hebat di sana. Bercaknya berserakan di lantai dan dinding. Tangan Gia pun sepertinya belum sempat di cuci dari warna merahnya. Panik Bibi histeris, “Pak! Tolong bantu!” Mendengar panggil mendesak itu, satu-satunya lelaki yang ada di ruangan tersebut sigap melepaskan bayi ke pangkuan istrinya yang menyender di ranjang. Kemudian Gia dibopong ke ranjangnya sementara Bibi ikut membantu memegang infus. “Saya akan panggilkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN