Medina memasang wajah tenangnya. Meskipun suaminya tampak tegang dan mulai akan naik emosi, Medina tetap memakai topeng santainya. Medina tak bertaruh dengan dirinya sendiri. Ia tak akan mengandalkan rencananya saja. Perempuan saleha itu tahu bahwa semua yang dirancangnya tak akan luput dari campur tangan Allah. Maka, Medina sudah selalu berdoa, sepanjang keputusan atau tindakan sekecil apa pun yang akan ia kerjakan. Masalah hati suaminya yang beku, tak akan Medina gapai dengan jari. Ia tahu cara yang lebih baik. Lewat doa Medina yakin bisa meraihnya. Gazain menyiapkan hati jika harus kecewa lagi. “Aku bertanya, Reda menghubungimu? Kita tidak akan ke rumah sakit ‘kan?” tanyanya lembut. “Aku tidak bicara tentang orang lain,” jawabnya lembut pula. Diraihnya tepian wajah Gazain selagi mob

