66 💕 Dalamnya hati

1561 Kata

Gazain menggigit kuat lidahnya saat Gia kembali membuka mata. Umpatan tak terucap bergema di dalam dirinya bersama murka yang tak terlampiaskan juga. Ada Medina, itulah kerangkeng yang mengurung Gazain dari kebebasan mengekspresikan perasaannya. Sungguh Gazain ingin menggila. Mengapa takdir tak memihak pada keinginannya saja?! Gazain ingin kembali hidup baik dan tenang! Lepas Abifata, malah Gia yang datang. Sebulan sajakah kebahagiaannya bersama Medina boleh dinikmati? Setelah Abifata mati, sebelum datang Gia bersama kandungannya hari itu. Kapan lagi masa itu akan menyapa?! Di sisi lain, Medina cerah, sigap menyambut kembalinya Gia ke dunia. Dini hari tak meredupkan semangatnya. Perempuan itu menggendong bayi dan memamerkannya kepada Gia. “Kami menunggumu.” Mata Gia menangkap sosok Gaza

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN