67 ๐Ÿ’• Tak sengaja

1561 Kata

Perdebatan dengan Reda dan Medina berakhir. Tentu saja Medina yang jadi penengah, seperti biasa. Sikap baiknya memang mampu menenangkan. Namun, Gia sungguh-sungguh enggan kalau harus menyerahkan hati untuk lelaki sekeji Gazain. Sudah banyak cobaan hidupnya, jangan sampai yang satu itu diuji coba juga. Reda sudah lama pulang. Sore pun mulai menjelang. Cukup indah cahaya keemasannya dari kamar Gia. Hangat, tapi tak begitu menyengat. Kedamaian itu terganggu saat tiba-tiba masuk Medina ke kamarnya. "Reda, ada tamu---" Belum selesai Medina bicara, tangis Jihad terdengar. Perempuan itu langsung mendekati bayi yang tadi tidur setelah mandi. "Maaf, Sayang. Bunda tidak bermaksud mengejutkanmu,โ€ ucapnya menggendong, menenangkan. Medina memang menetapkan panggilan Bunda untuk dirinya sendiri, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN