Jihad menangis, seperti yang biasa Gia lakukan ia akan berusaha menenangkan bayi itu dengan ASI lebih dulu. Sudah jam sembilan, biasanya Medina akan datang membawa selimut dan bantalnya untuk menginap, tapi malam ini ... perempuan itu belum juga muncul sekalipun tangis Jihad membahana nyaringnya. Gia tak ingin berharap, tapi bantuannya memang Gia butuhkan. Paling tidak Medina bisa lebih leluasa bergerak daripada dirinya. Meskipun begitu, Gia akan berusaha terkesan tidak mengemis pertolongan. Gia sudah berusaha, tapi belum juga tangis putranya reda. Sepertinya Jihad perlu sussu formula lagi, mungkin belum kenyang dengan ASI Gia yang seadanya saja. Bisa dimaklumi, ASI itu baru tadi sore munculnya dan itu pun masih meninggalkan trauma, mencuat Gia tak nyaman mengingat momen mengerikannya

