Dua hari Medina tak pulang. Pengalaman bergantung sepenuhnya kepada Gazain ternyata sama sekali tidak mengerikan. Lelaki itu sungguhan bisa diandalkan. Sungguh, Gia berani bersumpah, meskipun ia tetap membangun dinding permusuhan mereka, akan tetapi Gia tak bisa menyangkal kalau Gazain telaten mengurusinya dan bayi mereka. Diam-diam Gia berperang dengan hati tersilam juga. Gazain sepertinya serius ingin berbaikan. Entah palsu atau sungguhan, lelaki itu sering menyentuhnya dengan lembut, termasuk membelai pada tempat-tempat tersembunyi yang Gia seketika lumer saat merasainya. Kabar baiknya, Gazain juga paham bagaimana pijat laktasi entah dari mana dia mempelajarinya. Yang jelas itu berpengaruh besar bagi ASI yang dikonsumsi Jihad. Bayinya jarang menangis dan terlihat sedikit saja rewel

