Apakah dua orang perempuan dengan satu suami yang sama akan menjalin pertemanan? Gazain tentu penasaran. Gia pun menggidik bahu sebagai jawaban diplomatis. Gia nyaman saja dengan Medina. Perempuan itu baginya sangat baik, jika tanpa embel-embel Gazain. Tapi, saat bersinggungan dengan suami, semua baiknya jadi hilang, berubah jadi sikap semata-mata cari muka di pikiran Gia. Gazain kembali ke masakannya, mengoreksi rasa. “Dia menganggap semua orang baik dan temannya. Tak kusangka kamu juga masuk dalam daftar panjang itu.” “Aku masih merasa janggal jika kami berteman,” timpal Gia apa adanya. Setuju dengan syoknya Gazain jika dua orang istri dari satu suami yang sama malah berteman. Rasanya itu sangatlah .... Gazain tertarik, “Janggal? Karena?” “Karena bisa dibilang aku menyabotase s

