Satu minggu berlalu. Hari-hari berjalan biasa tanpa ada sesuatu yang penting. Hampir setiap malam Rara bertemu Papa Lukas di ruang rahasia. Setiap malam pula Maria selalu susah tidur karena merasa ada yang mengusik ketenangannya. Tapi, gadis itu tak mau lagi berkelana menyusuri rumah. Dia lupakan pikiran itu dengan mengonsumsi obat-obatan yang membuatnya mudah terlelap. Hari ini adalah hari di mana Rara hendak datang ke acara pertunangan teman lamanya. Sejak lama wanita itu menanti hari ini. Sejak bangun tidur, pembawaannya sudah girang bukan main. Apalagi, Papa Lukas hendak mengantarnya sebelum berangkat ke kantor. "Asiiiik! Aku harus jadi yang paling cantik di sana. Kalau bisa, lebih cantik dari pengantinnya," celetuk Rara sembari bersenandung riang gembira. Semenjak Setya pergi bertu

