Aletha 71

1344 Kata

Dari pagi hingga sore hujan menguyur kota itu dengan derasnya hingga membuat Aletha terjebak di sekolah padahal beberapa siswa-siswi sudah pulang. Lagi-lagi Zio terlambat menjemput Aletha, sepertinya cowok itu sedang sibuk, ponsel Aletha juga mati karena baterai ponselnya yang habis. Ia duduk termenung di bangku panjang di koridor sekolah sambil menatap hujan yang tengah menguyur lapangan futsal. Aletha menarik nafas dalam, tiba-tiba ia merindukan Mama nya, kemarin malam ia bermimpi bertemu dengan Mama nya walau pertemuan mereka sangat singkat waktu itu. Sepertinya Aletha harus mengunjungi makam Mama nya itu besok untuk berziarah dan melampiaskan rasa rindunya kepada sang Mama yang telah tiada. Aletha memeluk dirinya sendiri ketika angin kencang menerpa kulit tubuhnya di tambah lagi deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN