Aron masuk perlahan kedalam rumahnya, seperti biasa dia memanjat dan masuk dari balkon kamarnya. Ayah dan ibunya rupanya sudah tertidur pulas, keadaan rumah gelap gulita. Ada rasa sesak dalam diri Aron saat mengetahui mereka bisa tidur nyenyak tanpa tau apa yang terjadi pada dirinya. Bahkan tidak mencari Aron. TRING Handphone Aron berbunyi, tanda notifikasi pesan masuk, dia segera merogoh sakunya, layar handohonenya retak parah bekas kecelakaan namun dia masih bisa melihat isi pesannya. Tertera nama Arnold disana, teman sekampus Aron. 'Hei cepat kumpulkan tugasmu sebelum jam 7 pagi! Cepat email Mrs. Anne.' Aron tak membalas isi pesan itu, dia memilih merebahkan dirinya memejamkan mata berusaha untuk tidur, atau lebih tepatnya pura-pura tidur. Kamarnya gelap, jam masih menunjukkan pukul

