Amora dan Helena sedang sibuk menyiapkan ramuan untuk Rafaela, nampaknya racun mulai bekerja, bibir Rafaela mengering dan mulai mengeluarkan cairan putih, tubuh Rafaela kejang. Helena tidak bisa menunggu tumbukan ramuan jadi, dia akhirnya merentangkan tangannya, mengucapkan mantra dan menyembuhkan Rafaela dengan sihirnya. Seketika Rafaela terbangun dan merasa lebih sehat, Amora tetap memberikan ramuan obat yang telah ditumbuk dan menyuruh Rafaela bangun agar lebih sehat. “Kau tidak apa-apa?” tanya Helena. Rafaela menatap Helena, dia merasa sedikit bersalah karena terlibat dalam rencana Lucas. Rafaela lalu berterima kasih kepada Helena, dia menunduk, rasanya bibirnya ingin berkata jujur, dia sangat labil masih bingung apakah rencana ini harus dilanjutkan atau tidak. “Iya aku sudah baik-b

