*** “Keyla.” “Ya?” Semua pusat perhatian kini tertuju pada Adnan yang sedang berada di pintu kelas mereka. Beberapa ada yang mencuri pandang pada Samuel yang sudah menatap datar ke arah Adnan. “Lo dipanggil Bu Vegi,” ucap Adnan masih mempertahankan wajah datar dan tatapan tajamnya. “Eh, kenapa?” Adnan mengendikkan bahunya tanda ia tidak tahu soal sebab guru fisika itu memanggil Keyla. “Sam, kamu makan aja semuanya. Bisa makan sendirikan? Aku ke ruang guru dulu,” ucap Keyla sangat amat perhatian pada Samuel, hal itu tanpa sadar membuat seluruh teman-teman sekelasnya menahan napas. Oh astaga, kenapa Keyla terlalu baik. “Cepet.” Keyla menatap bingung pada Adnan. Ia akhirnya mengangguk saja dan segera pergi menuju ruang guru. Sepanjang perjalanan ia ke ruang guru, Adnan terus mengikuti

