*** “Lo deket sama Samuel ya, Key?” tanya Gaby ketika guru telah keluar dari kelas mereka. Keyla menutup bukunya, lalu memandang bingung pada Gaby yang terlihat penuh tanda tanya padanya. “Enggak,” jawab Keyla dengan jujur. Ia dan Samuel tidak dekat dalam artian yang Gaby maksudkan. Mereka hanya teman tanpa sengaja sejak pesta ulang tahun Gaby malam itu. Terlihat Gaby yang menghembuskan napas lega. Ia menghadap Keyla sepenuhnya dan memberikan wejangan pada Keyla agar tidak terlalu dekat dengan Samuel. “Dia itu anak nakal, Key. Lo gak harus deket-deket sama dia, okay?” peringat Gaby dengan sungguh-sungguh. “Kita gak bisa menilai seseorang dari luarnya aja, By. Lagian kemarin malem kan dia diundang ke acara ulang tahun kamu, masa iya kamu gak inget? Kalo dia jahat, terus kenapa kamu unda

