*** Samuel berlari tergesa menyusuri koridor rumah sakit. Dengan masih menggunakan baju sekolahnya, remaja laki-laki itu bertanya pada resepsionis di mana letak ruangan Keyla. Samuel segera kembali berlari saat sang resepsionis menyebutkan letaknya. Tanpa permisi, Samuel membuka pintu ruangan yang ia yakini tempat di mana Keyla berada. Ternyata benar, ada Keyla dengan wajah pucatnya di atas brankar dengan seorang guru. Guru yang Samuel ingat sebagai guru BK. “Samuel! Kamu ini bisa buka pintu pelan-pelan gak? Kasian Keyla jadi kaget.” Omelan dari gurunya tak dihiraukan oleh Samuel. Ia dengan cepat menyambar tangan Keyla dan menggenggamnya erat. “Lo sakit apa sih, Key? Kok tiba-tiba ngeresahin gini? Ini juga, kenapa gak dibawa ke UGD aja, kenapa malah dibawa ke ruang rawat? Astaga, lo se

