*** Keyla pulang dengan bajunya yang sengaja ia keluarkan. Terlihat jelas seperti berandalan walau wajahnya tak mendukung untuk menjadi anak nakal. Keyla menghembuskan napas kasar dan memberanikan diri untuk menghampiri ayahnya yang sedang duduk di teras rumah sembari menyuapi bundanya makan. “Assalamualaikum,” salam Keyla saat berada di hadapan kedua orang tuanya. Gadis itu terlihat memberikan senyum kecil pada bundanya walau ia yakin bundanya tidak melihat itu. Lalu saat Keyla hendak beralih menyalami ayahnya, Gio tak menghiraukannya. Pria setengah baya itu terus melanjutkan suapannya pada sang istri tanpa peduli tangan putrinya yang menggantung di udara berharap ada sambutan baik. “Tumben kamu pulang lambat, Nak. Biasanya duluan kamu pulang daripada ayah,” ucap Gita sembari mengucap

