*** “Keyla, kerjakan soal ini.” Semua pusat perhatian kini teralih pada Keyla. Gaby menahan napasnya sejenak. Sejak dua bulan belakangan ini, Keyla seringkali tak bisa menjawab pertanyaan yang guru berikan. Gadis itu akan selalu berkata bahwa ia tidak paham atau bahkan tidak mengerjakan sama sekali dan memilih dihukum. Keyla menjadi olokan sejak sebulan yang lalu. Teman sekelas Keyla beberapa dari mereka yang dulunya selalu memuji kini balik menunjukkan sifat asli mereka di depan Keyla. Dulu mereka segan karena menganggap Keyla pintar. Namun hanya karena dua bulan Keyla bertingkah seperti orang b*doh, mereka balik menjelek-jelekkan Keyla. Gaby menatap Keyla yang berdiri dari duduknya dan menuju guru yang berdiri di depan papan tulis. Tatapan semua terarah padanya. Beberapa dari mereka a

