*** Akhirnya bel istirahat kedua pun berbunyi. Keyla menghembuskan napas kasar saat itu juga. Dirinya tidak tenang dan terus saja gelisah karena akan menuju taman belakang, tempat di mana Adnan menunggunya. Keyla belum siap untuk menemui Adnan dan mengatakan isi hatinya. Sungguh demi apapun, ia hanya suka dan tidak ada niatan Adnan menjadi miliknya. Menjadikan Adnan sebagai kekasih bukanlah termasuk dalam list hidupnya. “Key, lo mau ke taman belakang sekarang?” tanya Gaby sembari membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja. Keyla tidak menjawab, ia gelisah. Ia ingin menghilang saja kalau bisa. Keyla malu. Keyla gugup. Keyla tidak mau bertemu Adnan. “Key,” panggil Gaby karena tidak mendapat jawaban dari Keyla sebelumnya. “Aku gugup, By. Gak tahu, aku takut.” Terlihat jelas d

