Mata itu masih setia terpejam damai. Belum ada tanda-tanda jika pemiliknya akan kembali memunculkan manik mata dan tatapan dingin yang biasanya ia layangkan ke orang lain. Keluarga dan teman-temannya selalu bergantian untuk menjenguk dan menjaganya. Sedangkan seiring berlalunya waktu, kesehatan Dela menurun. Sekarang, wanita itu hanya bisa terbaring lemah di ranjang tidurnya. Ia tidak mau dirawat di rumah sakit dengan alasan ingin terus di kamar bersama suaminya sampai maut menjemput. Tidak ada yang bisa melawan keras kepala wanita itu. Ia hanya bisa melihat putra bungsunya melalui ponsel saja dengan Video Call bersama besannya--Mafyra--yang menetap di Indonesia entah sampai kapan. Dela tidak bisa ke Rumah Sakit, karena bergerak pun ia kesulitan. Noah? Anak itu selalu di kamar. Ia

