Taygete, Metis, dan Styx masih menunggu utusan yang ditugaskan untuk membawa jiwa Himalia. "Hey cepatlah, ceritakan takdirnya Styx, mumpung ada Styx di sini." "Apa kau gila?" tanya Metis tak habis pikir. "Dewa Takdir memiliki janji tidak boleh membocorkan takdir seseorang. Aku hanya bisa menceritakannya denganmu, bukan manusia. Maafkan aku, Styx." "Tak apa, Tuan. Aku bisa memahaminya." Taygete hanya menyengir kikuk, dirinya benar-benar lupa. °°° "Dimana Panglima Styx?!" tanya Carpo yang baru saja masuk ke kamar permaisuri dengan langkah tergesa-gesa dan napas yang tidak teratur karena jam sudah menujukkan pukul sebelas malam. Ia harus segera menemukan cinta sejati sang permaisuri, pikirnya. "Aku tadi menyuruhnya untuk mengikuti Anda dan Raja Triton. Memangnya Anda tidak bertemu de

