"Gunakan ilmu spiritualmu jika kau bisa, di dunia langit tidak akan ada yang bisa berlaku curang." Styx hanya tersenyum dan mengangguk mengiakan ucapan sang Dewa Takdir. "Semoga berhasil, Styx." Akhirnya hukuman itu akan dimulai, pria itu sudah benar-benar menyerahkan dirinya. Satu petir menyambar tubuhnya, Styx masih bertahan, tak berselang lama, banyak sekali petir yang datang dan langsung menyerang dirinya. "Styx!" teriak Himalia yang tidak tega melihat kekasihnya di siksa oleh langit seperti itu. Wanita itu menangis. "Sudahlah, jangan terlalu khawatir, Styx bukanlah orang biasa, jika sebelumnya tidak pernah ada yang selamat, maka Styx bisa, aku yakin itu," ucap pria di sampingnya, Taygete tanpa memalingkan pandangannya dari Styx. Semakin lama, wajah Styx semakin terlihat kesa

