Mobil online yang kutumpangi berjalan merayap. Akhirnya sampai juga di tempat Ali kuminta menunggu. Terlihat Ali sedang duduk di tepi pembatas jalan sambil sesekali melihat ponselnya. Aku segera membuka kaca mobil dan melambaikan tangan ke arahnya. Dia bergegas menghampiriku. Menatap sekilas wajahku seperti sedang mencari tahu, sakit apa sebetulnya? “Ayo! Cepetan!” ucapku pada Ali dengan lantang. Karena suara berlomba dengan kencangnya deru mesin kendaraan. Dia mengngguk dan segera masuk ke dalam mobil. Memilih duduk di depan, di samping Pak Supir. “Jalan, Pak!” ucapku pada pengemudi mobil online itu. Lelaki itu mengangguk dan segera memacu kendaraan yang kami tumpangi. Aku kembali melihat jam tangan, sudah lima belas menit berlalu. Mungkin Mas Harso sudah sampai ke tempat itu. Aku se

