Bab 61_15

1370 Kata

"Bagian mana saja yang disentuh wanita itu?” Mataku menyalak menatap lelaki yang wajahnya masih terlihat keget itu. Kaget atau senang melihat pemandangan indah di depan mata, cih! Mas Harso tiba-tiba memelukku. Namun aku mendorongnya menjauh. Pikiran dan hatiku belum bisa berdamai. “Rum! Maafin Mas gak percaya perkataanmu!” lirihnya sambil kembali berusaha memelukku. “Lepas! Aku gak sudi dipeluk oleh tangan yang sudah memegang wanita lain!” pekikku sambil menyingkirkan tubuh Mas Harso. Aku bergegas berjalan meninggalkannya dengan Ali. “Rum! Kami belum melakukan apa-apa!” pekiknya sambil mengejarku. Ali pun kulihat sekilas menutup pintu kamar itu dan mengikuti kami. Aku masih diam dan memijit tombol pada lift. Tidak berapa lama lift terbuka. Aku segera masuk. Mas Harso dan Ali meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN