Bab 57_11

1435 Kata

Hari itu akhirnya selesai. Reni mengantarkan wanita menyebalkan itu hingga ke depan pagar. Kali ini sepertinya aku akan sedikit kejam. Tidak apa sesekali sebagai ganjaran karena sudah merusakkan lemariku. Aku tidak menghiraukan keberadaannya yang wara-wiri tidak jelas. Sepertinya dia sedang mecari-cari celah untuk berbicara pada Mas Harso. Aku yakin, itu mengenai rencana busuk yang sudah dibuatnya. Aku sedang mencuci cumi waktu dia lewat. Dia menghampiri suamiku yang tengah membenahi tanaman anggrek di tepi kamar mandi. Kebiasaan Mas Harso jika punya tanaman baru dia akan menyimpannya dulu di dalam untuk beberapa hari. “Mas, minta bantu boleh gak? Temen aku ada yang minta di cangkokin pohon rambutan, dia suka tanam-tanaman juga,”ucapnya. Suamiku menoleh ke arahnya. “Bentar ya Dek, Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN