Bab 49-3

820 Kata

"Nih kamu nyapu dulu, bersihkan semua rumah, nanti Mbak kasih kamu uang!” Kujatuhkan sapu itu didepannya. Kemudian kubanting pintu dengan keras. “Mbak Rumiii!” teriaknya kesal. Tidak lagi kuhiraukan. Pintu kukunci dari dalam agar dia tidak menggangu istirahatku kali ini. Entah apa yang terjadi selanjutnya. Tidak kudengar lagi suara dari depan kamar. Semoga saja anak itu benar-benar membersihkan rumah. Baru sebulan menumpang saja sikapnya sudah melunjak. Entah apa yang membuat Ali tertarik untuk memperistrinya. Andai saja kutahu lebih awal tentang perangainya yang menyebalkan sudah kupastikan, Ali tidak akan berjodoh dengannya. Aku sebetulnya lebih menyukai Tiara yang katanya saudara tirinya. Namun sepertinya Reni lebih agresif mendekati Ali. Sekarang, nasi sudah menjadi bubur. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN