Aku mempercepat jalanku agar segera tiba di kediaman Bonbon. Berharap segera pulang kembali dan mencari tahu siapa wanita itu? “ Assalamu’alaikum,” ucapku. “Waalaikumsalam,” jawab seseorang dari dalam. “Bar! Nana ada di dalam?” tanyaku pada Ambar---Ibunya Bonita. “Ada Rum, ayo masuk aja!” ujarnya sambil memberikan jalan padaku untuk masuk mengikutinya. “Eh, masih belum kelar belajarnya?” tanyaku ketika melihat Nana dan Bonbon beserta buku mereka yang berantakan. “Belum, Mah!” jawab Nana dan Bonbon. Aku duduk di sofa milik Ambar. Tipe rumahnya sama dengan milikku, cuma punya mereka sudah di renovasi dan dibikin dua lantai. “Sayang, masih lama?” tanyaku tidak sabar. Bukan apa-apa, aku hanya khawatir Reni membuat masalah di dapurku. “Masih banyak, Mah!” ucap Rihana. Aku mengh

