Fina dan Bagas duduk berhadapan. Bagas mencoba meraih tangan Fina yang tergeletak di atas meja. Dengan cepatnya dia menarik tangannya kembali. Dia berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Bagas. Meski harus menyiksa hati dan hatinya sendiri. "Maaf!" ucap Fina. Hampir beberapa menit berlalu. Bahkan, makanan sudah berada di depan mejanya. Fina masih saja diam, dengan pandangan mata kosong menatap ke arah makanan. Bukanya ingin makan, Fina melipat kedua tangannya. Dan, terus mengamati makanan itu. Sementara Bagas hanya diam, mengamati apa yang dilakukan oleh Fina. "Fina.. apa kamu ada masalah?" tanya Bagas mengerutkan keningnya bingung. Fina menggelengkan kepalanya pelan. Tanpa sedikit tertarik untuk mengangkat kepalanya. "Mas,... aku Boleh tanya tidak?" ucap Fina ragu. "Tanya apa?

