Keesokan harinya. Tepat jam 10 pagi. Fina dengan pakaian rapi. Dia berdiri tepat di depan cermin. Memakai kaos dipadukan dengan blazer panjang menutupi tubuhnya. Kaki kencangnya di balut celana jeans berwarna biru dongker yang terlihat pas dengan kaos putih itu. Fina, menatap dirinya sendiri di balik cermin. Merapikan belaian tipis rambutnya yang menghiasi kedua pelipisnya. Wajah cantik tanpa balutan make up. "Sepertinya. Aku harus segera berangkat. Lebih cepat lebih baik." ucap Fina. Menatap wajah sedihnya di balik cermin. Bagaimanapun juga, aku harus menurut apa kata papa ku. Meski perasaanku menolak untuk pergi. Dan, Mas Bagas. Dia juga sudah janji tidak akan meninggalkanku. Dan, sebuah keputusan sudah aku ambil. Aku akan mengakhiri semuanya. Fina menghela napasnya, mengeluarkan d

