Maafkan aku, melukaimu.

1538 Kata

Pov Marcel. "Pa. Lebih baik sekarang lepaskan ayahnya. Aku tidak mau jika putri kita satu-satunya terluka." ucap Ratih, dia terlihat sangat cemas. Duduk hanya untuk menghilangkan rasa rumahnya. Berbeda dengan Marcel, dia berjalan bolak balik. Dengan salah satu tangannya dilipat di pinggang. wajah tertunduk. "Iya.. Apa yang dilakukan ayahnya itu sudah keterlaluan." ucap Marcel. "Oke.. Memang dia keterlaluan. Tapi, perusahaan kita sudah baik-baik saja. Sekarang, lupakan semuanya. Lebih baik pikirkan gimana nasib anak kita." ucap Ratih sedikit mengeraskan suaranya. "Baiklah!" Marcel terlihat begitu bingung. Dia mengangkat kepalanya menatap ke arah Ratih. "Percaya padaku, biarkan anak kita tumbuh bahagia." lanjut Ratih. "Anak kita tidak akan bahagia jika dia masih bersama dengan, la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN