Keesokan harinya. Matahari belum menampakkan sinarnya. Fina membuka matanya cepat. Pikiranya teringat tentang ucapan Bagas. "Aku akan menunggumu disini sampai kamu keluar." Fina sontak membuka matanya lebar. "Apa dia masih di luar?" "Tapi, sepertinya itu tidak mungkin. Mana mungkin Bagas menungguku. Dia pasti pulang." ucap Fina. Dia segera berlari menuju ke balkon kamarnya. Menatap sekilas ke arah gerbang rumahnya. Meski jaraknya lumayan jauh. Tetapi, dia bisa melihat sekilas ada orang yang masih berdiri di sana. Meski orang itu nampak kecil dari pandangan matanya. "Bodoh! Kenapa dia masih disitu." ucap Fina panik. Dia segera bersiap merapikan rambutnya tergesa-beda. Perasaannya mulai tidak enak dan cemas dengan keadaan Bagas di luar. Apalagi, cuaca malam tadi sangat dingin. Fina

