Hari pernikahan Semuanya nampak sangat gembira. Kino bersama beberapa sahabatnya saling berbincang dan menggoda satu sama lain. Semua keluarga sudah berkumpul. Mereka kae sih menikmati beberapa hidangan. Dan, berbicara satu sama lain. Entah tentang bisnis. Atau perjodohan lagi. Entahlah.. Sementara Fina. Masih berdiri di depan kaca. Menatap dirinya yang sangat menyedihkan. Apa yang aku lakukan, aku selalu bodoh untuk menikah. Tapi, ini semua aku harus lakukan. Bagaimanapun juga. Mereka orang tuaku. Yang merawat aku saat ini. Setidaknya ini adalah untuk balas budi. Fina tak mencoba tersenyum di depan cermin. Dia mencengkeram gaun putih panjang yang kini sudah membalut cantik tubuhnya. Wajah yang sudah di jalur dengan make up tipis. Yang sangat cocok untuk wajah cantiknya. "Fina.. Ken

