"Fina..." teriak beberapa orang di depan Villa. Membuat Fina yang masih berbaring di ranjang nya. Seketika dia membuka matanya. Suara sangat familiar itu terdengar sampai ke kamarnya. Fina beranjak duduk. Mengerutkan keningnya. "Fina... Aku di depan." ucap seorang perempuan. Fina tersenyum tipis. Dia tahu siapa yang datang. Seketika wanita itu membuka selimut tebal miliknya. Dan, segera merapikan rambutnya. "Sepertinya itu Vivi dan yang lainnya." ucap Fina terburu-buru. Selesai merapikan rambutnya. Fina berlari menuju ke pintu kamarnya. Baru menyentuh gagang pintu. Pintu berwarna coklat dengan ukiran klasik itu terbuka dan hampir saja mengenai dirinya. Sosok laki-laki berbadan tegap masuk kedalam kamarnya. Dengan tatapan tajam khas miliknya. Tangan kekar itu meraih tangannya. Me

