"Mungkin, lebih baik aku pagi. Tapi, tidak sekarang." ucap Fina. Mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu yang masih terbuka. Kedua matanya melihat jelas melihat sosok wanita berjalan melewati kamarnya. "Apa dia mau ke kamar Mas Bagas?" tanya Fina. Tanpa aba-aba, dia beranjak berdiri berlari ke arah pintu. Mengintip sejenak dari balik pintu. Dia melihat Mikaila berjalan masuk ke kamar Bagas. Hatinya terasa panas melihat apa yang ada di depan matanya. Meski dia hanya melihatnya masuk ke dalam. "Tidak, jangan cemburu." ucap Fina. Dia mencoba menguatkan dirinya sendiri. Fina mengusap dadanya. Mencoba untuk menenangkan hatinya. "Tapi.. bentar! Bentar! Ada apa lagi dia." ucap Fina. "Kenapa dia selalu mengganggu suamiku. Apa dia tidak punya kerjaan lain selain mengganggu suami orang." gum

