PART - 49 : PENGAKUAN

1178 Kata

Naura buru-buru akan masuk ke dalam lift saat lengannya ditarik mundur dan tubuhnya berakhir dalam pelukan seseorang. "Please, jangan pergi. Kasih aku satu kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Naura mengusap air matanya, mencoba melepaskan pelukan Arjuna yang teramat erat tapi susah hingga dia harus memukul perut laki-laki itu sampai mengaduh dan melepas pelukannya. Naura ingin menangis lagi karena tahu kalau Arjuna masih merasakan nyeri di tubuhnya tapi di sisi lain dia juga takut. Naura mundur, menjaga jarak dan menunjuk Arjuna. "Siapa kamu sebenarnya?” Ingatan tentang isi dari ruangan Arjuna tadi membayang di matanya. “Penguntit? Stalker? mata-mata? pembunuh bayaran? Agen-agenan?" Mereka saling menatap untuk sesaat sampai Arjuna mengulurkan tangan dan Naura reflek mundur menjauh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN