“Tolong jangan memandangiku seperti itu.” Naura memalingkan wajah, masih sambil mengunyah kentang goreng seraya menunggui Arjuna menikmati bubur yang dia buat. Jengah tapi juga merona dengan tatapannya meski laki-laki itu sama sekali tidak mengatakan apapun. Tapi justru itulah yang membuat jantungnya berdetak semakin tidak terkendali. Rasanya wajahnya sudah hampir terbakar dengan asap yang muncul di kepala, terasa panas. Arjuna dalam versi yang sedatar triplek aja bisa membuat jantung tidak aman apalagi Arjuna dalam mode manis dan romantis. Naura mungkin harus banyak-banyak ngelus d**a supaya jantungnya tetap aman. “Aku tidak melakukan apa-apa,” kilahnya. “Kamu memandangiku terlalu bernapsu,” desis Naura, mengambil kentang goreng dalam jumlah banyak dan memakannya untuk mengalihkan per

