BAB 22

1007 Kata

Rheina merasakan firasat yang aneh saat Revan menanyakan rekan kerja barunya itu. Wanita itu tak menjawab pertanyaan Revan. Ia malah semakin membiarkan Revan bertanya-tanya. Ia tahu Revan cemburu, namun Rheina abai. "Kak Revan ngapain ke sini?" tanya Rheina berusaha mengalihkan pembicaraan. "Nyari kamu," singkat Revan. Pria itu kemudian nyelonong masuk ke rumah sewa Rheina. "Buat apa?" "Ya mau ngajak kamu pulang," ujar Revan santai. Rheina mendadak diam. Dia tak berselera untuk berdebat dengan pria itu. "Pulanglah, Kak. Rere mohon, Kakak kembalilah pulang. Mama pasti khawatir dengan kakak." "Kamu tau itu, dan justru aku pun mengkhawatirkan kamu. Apa kamu mau menghindar lagi?" Revan tetap keras kepala. Pria itu enggan pergi sebelum Rheina menjelaskan semua kepadanya. Tak mungkin tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN