"Kita mau ke mana?" Aisha sedikit panik. Vano yang sedari tadi hanya diam dengan menggendong Amanda, tak menanggapi pertanyaan Aisha. Hingga akhirnya angkutan umum yang mereka kendarai berdiri di depan sebuah bangunan tinggi yang cukup megah. "Hotel?" "Ayo turun!" Aisha menatap Vano yang hendak turun dari taksi. Dia tak pernah berpikir pria itu akan mengajaknya ke hotel. Aisha baru pertama kali menginjakkan kakinya di sebuah bangunan megah itu pertama kali. Sebelum-sebelumnya saat ia menikah dengan suami pertamanya, ia tak pernah ada keinginan sedikitpun untuk bulan madu ke tempat seperti itu. Menurutnya, tempat itu adalah tempat yang penuh dengan orang-orang yang hanya bermalam untuk menuntaskan dorongan naluriah mereka di atas peraduan. Aisha hanya bergidik ngeri. Dia mulai berpikir

