BAB 54

1002 Kata

Mobil membelah jalanan Surabaya pagi itu. Revan kini sedang melajukan mobilnya ke kantor untuk menunaikan agenda penting pagi ini. Layaknya pria kantoran, ia sangatlah disiplin. Selain itu dia merupakan pimpinan kantor yang menjadi contoh untuk karyawannya. Sepanjang perjalanan menuju ruangannya, banyak karyawan yang menyapa dan menunduk hormat kepadanya. Namun hal itu tak lantas membuat Revan sombong. Sekretarisnya dengan sigap mengekor di belakangnya saat ia hendak masuk ke ruangannya. "Berkas-berkas yang akan dibawa sudah siap, 'kan?" Sekretaris pria itu mengangguk. "Oh iya, untuk jadwal siang nanti, tolong diundur besok. Soalnya aku ada pertemuan dengan klien sekaligus mengantar keluargaku. Kalau kamu mau menggantikan ku ke pertemuan itu, tak apa." Pria itu mengangguk, lalu kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN