EXTRA 4-Hanimun Kedua

1022 Kata

Hari berganti malam. Malam itu, bintang bertaburan di langit. Pemandangan malam bertabur bintang membuat keluarga kecil itu takjub. Meski sore hari tadi langit didominasi oleh kabut yang cukup pekat, kini mereka bisa menikmati pemandangan malam yang memikat. Suara binatang malam khas pegunungan terdengar bersahutan. Hal itu semakin menambah syahdu malam pertama liburan mereka di daerah pegunungan. Sejenak mereka lupa akan hiruk-pikuk dan bising kendaraan di perkotaan. "Pah, kapan-kapan kita ke sini lagi ya?" ajak si kecil Denisha. Meski hawa dingin membuat tubuh mungilnya sedikit menggigil, tak membuat gadis kecil itu bosan. "Oh iya, ke mana Arga dan Arinta?" Revan celingukan memindai sekitar, berharap Arga dan Arinta tak jauh dari pandangan. "Katanya tadi masih ada urusan. Entah urus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN