Pelangi tahu kalau Adrian marah, tapi dia tersenyum dalam hati. Entah kenapa kemarahannya kepada Danang yang tidak beralasan membuat hati Pelangi sedikit lega. Setidaknya Adrian sedikit cemburu kepadanya. Atau memang itulah yang ditangkapnya dari sikap Adrian. Meski Pelangi sedikit ragu. Dia senang karena perhatian Adrian. Setidaknya kue tiramisu-nya enak. Meski dia makan dengan mendapati wajah Adrian yang muram, terlebih dia yang makan sendiri sedangkan Adrian hanya menatapnya terus. “Kenapa tak makan apapun? Atau mau mencicipi tiramisu ini?” Pelangi menunjuk tiramisu-nya yang hanya tinggal satu slice, tapi Adrian kembali menggelengkan kepalanya. “Aku masih kesal kenapa Danang ke rumah dan ....” Pelangi langsung melotot ke arah Adrian. Pria di depannya itu kadang mempermasalahkan hal

