55 MEMBUTUHKANMU

1053 Kata

Pelangi mengernyit merasakan rasa sakit yang kini mendera lengannya. Dia sudah terbiasa dengan rasa sakit yang selalu dideranya sejak bertahun-tahun lalu. Ini masih belum seberapa dibanding pukulan ayah angkatnya. Tapi dia juga tidak menolak harus terbaring di atas kasur di dalam kamarnya dengan penjagaan ketat Adrian. “Makan ya?” Suara Adrian membuat Pelangi menatap suaminya itu yang tampak kusut. Bulu-bulu halus mulai tumbuh tak beraturan di wajahnya. Pria itu tak bercukur selama dua hari ini. Padahal Pelangi sendiri sudah merasa lebih baik, hanya saja lengannya yang habis dijahit masih terbebat perban dan dia susah menggerakkannya. “Aku udah makan dan minum s**u tadi. Kamu yang belum makan kan, Yan?” Pelangi kini mencoba menyentuh lengan Adrian, tapi dia tersentak saat merasakan kuli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN