56 TITIK TERANG

1085 Kata

Adrian bersin lagi. Dia tidak mau seperti ini, kenapa kondisi tubuhnya tidak bisa diajak berkompromi. Padahal dia ingin menjaga Pelangi. Istrinya itu butuh perlindungannya, karena bahaya masih mengancam. Tapi dia sendiri hari ini merasa begitu lemah. Flu yang melandanya membuat dirinya tidak bisa berkutik. Saat Pelangi sudah bangun dan menyediakan cokelat hangat untuknya pagi ini. Adrian merasa Pelangi itu menipu dirinya sendiri. Lengan masih terbebat perban, tapi dia berusaha memperlihatkan kalau dia kuat. Sungguh istrinya itu wanita yang tidak mau dimanjakan. “Yan, ada Om Bayu di bawah, mau ngomong sama kita.” Adrian langsung meletakkan cangkir cokelat yang baru saja di sesapnya itu. “Ehm sepagi ini Om Bayu sudah ke sini?” Adrian mengusap wajahnya yang masih mengantuk itu. Hidungnya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN