Pelangi tak habis pikir dengan Adrian. Pria itu sepertinya tak akan pernah menyerah. Sejak pernyataannya tiga hari yang lalu, Adrian seperti tak pernah melepaskannya lagi. Tiap hari selalu ada di bar dan menyuruh Pelangi yang mengantarkan pesanannya. Walau Pelangi tak pernah lebih dari 5 menit berada di dekat Adrian. Pria itu tak memaksanya lagi, hanya saja selalu membayanginya. Tiap kali Pelangi pulang, mobil Adrian masih ada di depan bar, meski pria itu tak menampakkan batang hidungnya. Seperti malam ini, saat dia keluar dari bar setelah shift-nya selesai, dengan ditemani Danang. “Kenapa mobil mewah itu selalu di sini tiap kamu pulang.” Danang yang selama tiga hari ini diam tak menanyakan apapun. Tapi selalu mengangkat alisnya saat Adrian datang ke bar. Danang tersenyum kepada Pelangi

