“Bunda nggak mau kamu kayak Papah. Udah bunda aja yang ngerasain di pengecutin sama papa.” “Sayang, kenapa kamu bawa-bawa nama aku? Itu kan masa lalu. Dan aku masih menyesalinya sampai sekarang.” Adrian menghela napasnya. Dia sedang duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Disidang oleh bunda dan papanya. Saat sudah hampir satu Minggu ini belum berhasil membawa Pelangi kembali. Semalam dia tak pulang sebenarnya. Saat Pelangi menyuruhnya pulang. Dia hanya kembali ke dalam mobil yang parkir tak jauh dari jalanan dekat kos Pelangi. Sebenarnya dia ingin berkonfrontasi lagi. Memaksa Pelangi harus pulang. Dia tahu ada yang berbeda dari Pelangi. Entah kenapa dia merasa tubuh Pelangi menjadi lebih berisi. Kalau firasatnya benar, dan Pelangi mau jujur kepadanya. Dia pasti akan tahu yang sebenarny

