"Jangan asal ngomong, sampai nenekku dengar, jadi musibah!" Ghamaliel tampak kesal, menunjuk Tera dan berkata, "dia salah satu penggemarku di kampus. Jadi aku memperlakukannya dengan baik." Depan neneknya dia dibilang pacar, sekarang penggemar, fitnah dunia makin lama semakin kejam. Tera mengeluh diam-diam. "Urusanmu sudah selesai, ayo cepat pergi dari sini!" Ghamaliel memegang bahu Tera, dan menggiringnya ke pintu. Tanpa sengaja dia melihat Tere menggosok kedua lengannya yang mulus. Ghamaliel mengernyitkan alis, lalu melepaskan jaketnya dan melingkarkannya ke bahu. "Lain kali pakai baju tertutup kalau ke club. Baju seperti ini bikin kamu kedinginan." "Pak El, terima kasih." "Jangan berterima kasih. Aku mencatat ini sebagai utang lain kali, kalau aku butuh bantuanmu, aku mint

