Bab 19 : Level pembully

1144 Kata

"Belum 24 jam kita udah ketemu lagi." Pria itu mencondongkan badan, satu kaki panjang menginjak meja, satu kaki menyentuh tanah.  Wajah Tera yang tadinya senang, perlahan memutih. Ekspresi kebingungannya benar-benar terlihat seperti kriminal yang ketahuan mencuri sandal di masjid.  Dia mau meminta pertolongan, tapi pria ini seperti ketua geng yang ditakuti orang sekitarnya.  "Kok mukanya jadi nggak excited begitu, nggak seneng bertemu denganku?"  "Senang, kok senang, apalagi kakak kelihatannya baik-baik saja, sehat dan bugar."  Sorot mata Renjun yang sebelumnya dipenuhi kemarahan kini semakin sengit. "Hasil visum nggak bilang begitu."  Mendengar kata visum, senyum yang terpampang di bibirnya mengkerut. Apa dia mau bawa masalah ini ke polisi? Tera bertanya-tanya.  Tidak ada yang meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN