Bibir Renjun meringkuk dengan tidak suka, "Aku nggak jelek dan nggak putus asa, jadi maaf, saranmu ditolak!" "Itu sih terserah. Tapi jangan bermimpi bisa bersaing denganku sebagai bujangan paling tampan dan bersinar. Terlalu berat buatmu!" Reaksi percaya diri Ghamaliel membuat keduanya sangat terdiam. Kalau dia tidak cepat-cepat pergi, mereka berdua pasti bisa muntah setiap saat. "El, jangan lupa Ze mengundang kita ke acara pemutaran perdana filmnya." Suara Tama terdengar di belakangnya. Dia menjawab tanpa ragu-ragu, "Aku ada urusan penting." Mobil membelok dan berhenti tepat di lampu merah. Ghamaliel duduk di belakang kemudi, dia memegang ponselnya disatu tangan dan lainnya bersandar di setir. Dia membaca ulang pesan pendek di ponselnya. Karena Tera sedang sakit, Ghamalie

